History Kepengurusan IMI

History Kepengurusan IMI

Sejarah Singkat Ikatan Motor Indonesia

Pada tanggal 27 Maret 1906 didirikan Javasche Motor Club yang berkantor di Jalan Bojong 153 – 156, Semarang. Dalam perkembangannya Javasche Motor Club dirubah namanya menjadi Het Koningklije Nederlands Indische Motor Club (KNIMC). Sejalan dengan tuntutan zaman, saat penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia, nama KNIMC berubah lagi menjadi Indonesische Motor Club (IMC). IMC turut diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia yang dalam hal ini oleh Departemen Perhubungan. Pada tahun 1950 nama IMC berubah menjadi Ikatan Motor Indonesia (IMI).

IMI telah mendapat pengakuan dan pengesahan dari Badan-Badan Internasional seperti AIT, FIA, FIM dan OTA.

Kepengurusan Periode 1989 – 1992
ketua1

Dibawah kepemimpinan H.Madjoeri yang dahulu aktif  sebagai Kepala DLLAJR Jawa Barat, IMI JABAR dengan jajaran kepengurusan seperti TB Syukur Alwan, Donni B Prihandana, Bambang Suryadi, Camelia Salhuteru, Robbyno Irawan, Usman Safari, Anthony Sarwono, Haris Tommy, Alvian VW Kendcleng, Ai Zincka dll mulai bahu-membahu untuk menegakan eksistensi pertama organisasi IMI Jawa Barat generasi pertama.

Seluruh aktifitas Otomotif di Jawa Barat menjadi ber-induk dan trend kepada IMI Jabar.  Kebanggaan akan branded IMI Jabar menjalar hingga siswa-siswa SMP.  Seperti mudah dalam memperoleh citra di masyarakat, tetapi memang sangat sulit untuk membinanya karena keterbatasan yang dimiliki IMI Jabar saat itu.  IMI Jabar eksis beralamat di Jl. Ambon no.15 Bandung dan tahun 1992 menggelar Malam Prestasi Atlit Otomotif Jawa Barat untuk pertama kali di Gedung Pramuka Jl. Wastukencana (kini menjadi Mesjid Balaikota Bandung).

Di Periode pertama ini Olah Raga Wisata Rally dan Slalom Test menjadi sangat trend dengan digelar nyaris setiap Minggu atau paling tidak 2 kali dalam sebulan.  Klub-klub Hobi semarak mangkal di banyak tempat-tempat strategis di Bandung,  konvoy klub menjadi tontonan rutin akhir minggu bagi masyarakat kota Bandung.  Sejarah juga mencatat BALAP MOTOR RESMI alias ROAD RACE akhirnya untuk pertama kali digelar oleh Klub Turtle Speed di Jl Diponegoro Gedung Sate Bandung di masa ini.  Keamanan dan masih longgarnya regulasi Road Race menjadikan balapan ini dibanjiri oleh puluhan ribu masyarakat Bandung dan kepolisian Kota Bandung saat itu sangat susah payang mengamankan jalannya lomba.

Tahun 1992 sekaligus de facto memilih kembali H Madjoeri dengan mekanisme Musda sebagai Ketua Pengda IMI Jabar hingga 1996

Kepengurusan Periode 1992 – 1996
ketua1

Masih dibawah kepemimpinan H Madjoeri dengan rotasi kepengurusan yang tidak jauh berbeda dengan kepengurusan pertama ditambah dengan beberapa pengurus baru IMI JABAR mulai menghadapi banyaknya tantangan, terutama di bidang Olah Raga.  Balap Motor dan Rally Mobil menjadi Trend dan Wisata Rally menjadi “tidak tekendali” dengan nyaris semua Radio Anak Muda Bandung mulai menggelar event dengan menambahkan kreatif dan peraturan pelangkap lomba sendiri.  Dan ingat di periode ini untuk pertama kalinya BALAP MOBIL DRAG RACE pertama kali digelar dan juga terakhir kalinya untuk tidak boleh digelar lagi di Jalan Raya Bandung.  Sirkuit Dadakan Gede Bage manjadi saksi atas kerusuhan yang terjadi akibat puluhan ribu penonton sudah sulit dikendalikan dan balapan dihentikan.  Radio OZ dan IMI Jabar yang bekerjasama menggelar event ini.  Pasca kejadian ini PP IMI mulai mengemas suatu peraturan drag race yang lebih mengikat dan wajib dipatuhi oleh para partisipan dan penyelenggara.

Kepengurusan Periode 1996 – 2000
ketua2

Drs H.Ukman Sutaryan yang kala itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat Bidang EKBANG memimpin kepengurusan IMI JABAR dengan sangat rileks namun tegas dalam pembelajaran komunikasi eksternal pengurus dengan semua stakeholder.  Ketua Harian saat itu dijabat oleh H DODDY HERYADI, pengusaha yang juga aktifis team motorsport rally Jawa Barat yang mencuatkan nama talenta besar Jawa Barat di cabang Rally Sendy Heryadi.

Beberapa Kejurnas RALLY dan SLALOM hinggap ke Jawa Barat di masa ke-3 Kepengurusan IMI Jabar ini.  Dera’an Krisis Moneter dan Politik 1997-1999 tidak pernah menyurutkan langkah pengurus dan semua klub untuk tetap solid membangun ‘kerajaan eksis’ otomotif Jawa Barat.  Di tahun ini juga IMI Jabar sudah menjadi panutan berarti bagi Pengda-pengda IMI daerah lain dalam mengelola organisasi IMI.  Balap Motor menjadi olah raga yang sangat berkembang di daerah dalam skala besar, karena menggelar di kota sangat hi-cost pada saat Krismon seperti itu.

Di masa periode ini nyaris IMI Jabar memiliki sekretariat permanen di kawasan Cikutra Bandung, namun akibat dari mis-administrasi dan banyaknya toleransi kebijakan, maka sekretariat itu tetap menjadi impian saja hingga saat ini.

Kepengurusan Periode 2000 – 2004
ketua3

Periode-4 kali ini dipimpin oleh ex Ketua Harian, H. DODDY HERYADI.  kekuatan komunikasi external dan internal sangat terasa di masa kerja keras IMI Jabar ini.  Network kembali dibangun dan dikembangkan.  Bidang WISATA menjadi bagian dari fokus program IMI Jabar selain sudah jayanya olah raga roda 4 dan roda 2 Jabar saat itu.

Kegiatan kumpul Klub dan Jamboree IMI Jabar menjadi sangat ditunggu untuk digelar dibawah Kabid Wisata Herry Suherlan dan Biro Wisata Denny Koesmayudi.  Setiap gelaran Jamboree selalu dihadiri oleh ribuan masyarakat kota Bandung  dan dihadiri juga oleh jajaran PP IMI.  Hanya IMI Jabar yang menggelar Jamboree IMI di periode ini.

Untuk pertama kalinya anggota IMI Jabar mencapai lebih dari 200 klub dicapai di periode ini.  Namun di masa ini juga mulai dikenal dan dipublish Pergantian Antar Waktu bagi pengurus-pengurus yang kurang aktif.  Begitu banyak aktifitas event olah raga juga menjadi titik sentral kelemahan koordinasi dan kurangnya SDM untuk mensupervisi tertibnya administrasi lapangan.  Sungguh kerja keras luar biasa yang ditampilkan Doddy Heryadi dkk di masa ini.  Dan di masa ini juga peran Ketua Harian menjadi sangat dominan dalam menjalankan roda organisasi IMI yang sebenarnya.

Kepengurusan Periode 2004 – 2008
ketua4

IMI JABAR memasuki era baru dalam sosok kepemimpinan usia muda.  Mantan atlit Motocross dan Gokart Nasional Oke Daradjat Junjunan terpilih menjadi Ketua Pengprov IMI Jabar di masa ini.  Di usia yang baru menginjak 30 tahun Oke terpilih melalui pertarungan yang cukup ketat di Musda IMI Jabar yang pada saat itu digelar di Hall KONI JABAR.  Dalam operasionalnya peran Ketua dan Ketua Harian sangat dominan di masa ini dan menorehkan beberapa prestasi di beberapa ajang Motorsport khususnya di Roda-4 nasional.

Di era ini nyaris semua cabang olah raga Roda-4 nasional digelar di Jawa Barat dan atlit-atlit motorsport Jabar pun meraih prestasi membanggakan.  Susunan kepengurusan yang cukup fresh dan semangat tinggi mewarnai dinamika organisasi.  Hal-hal bersifat administratif termasuk yang paling baik diantara pengprov-pengprov IMI lainnya.  Dan puncaknya IMI Jabar pernah dinobatkan sebagai Pengprov IMI Terbaik di masa ini.

Kepengurusan Periode 2008 – 2012
ketua4

Pada Periode 2008 – 2012 Kembali Oke Daradjat Junjunan terpilih mutlak menjadi Ketua IMI Jabar di Musda yang digelar di Hotel Papandayan Bandung.  Tidak banyak yang ditorehkan di masa ini kecuali berupaya tertib dan stagnan mengikuti semua kebijakan-kebijakan PP IMI. Di masa ini terjadi banyaknya ganti dan rolling posisi kepengurusan dengan eksekusi melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).  Tercatat di masa ini adalah yang paling banyak terjadi PAW di internal pengurus.
Bidang Wisata mengalami banyak hambatan di masa ini dan cukup kerja keras untuk mewujudkan program-programnya. Namun Bidang Organisasi di 2 tahun terakhir kepengurusan mulai mendapat perhatian serius melalui kinerja Biro-Biro pelaksana organisasi. Tidak terlalu banyak yang dihasilkan di periode ini namun tetap berlangsung tertib.  Hal-hal administrasi patut menjadi perhatian serius di periode kepengurusan yang baru.

Kepengurusan Periode 2012 – 2016
ketua5

Rio Teguh Pribadi terpilih secara aklamsi menjadi Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengprov Jabar menggantikan Oke D Junjunan, Rabu (16/1/13). Rio terpilih melalui serangkaian proses pada Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI Jabar VII yang digelar di Graha Tirta Siliwangi, Hotel Oasis, Jalan Lombok, Bandung.

Dari sidang yang digelar dan diketuai oleh Harris Tommy, yang dihadiri oleh semua jajaran pengurus serta 89 klub yang hadir dan memiliki hak pilih, semua sepakat untuk mempercayakan tongkat komando berikutnya kepada Rio Teguh Pribadi sebagai Ketua Umum IMI Jabar 2012-2016.