BJB

Tags Posts tagged with "bebek 200"

bebek 200

1 1559

Bebek 200 ditarget  konsisten di 7,2-7,3 detik di tahun ini, hingga ‘paruh’ musim drag bike 2014 belum terbukti. Hanya sesekali kejutan seperti Honda Sonic karya mekanik Thailand di TDR Tegal, Jateng awal Juni lalu. Sonic 200 milik tim VND Vincent’s JFK itu tembus 7.372 detik lewat joki Fandi Pendol (Semarang). Harap dicatat, itu korekan Thailand.

Soal catatan itu, Suzuki FU karya Fauzan Conk atau akrab disapa Mr. Conk’s paling disoroti. Selain langganan podium tahun lalu, FU 200 milik tim K-Ijo (Nganjuk) yang di joki Tony Cupank, Alvan Cebonk, Ivan Bangun dan sesekali Eko Chodox itu mudah dapat 7,3 detik. Bahkan pernah dapat 7,260 detik oleh Eko Chodox di Wonosari (23 Juni 2013), meski diakui catatan waktu diuntungkan oleh kondisi lintasan yang menurun.

Toh, itu sudah bikin Tomo dari Tomo Speed Shoop meminati FU karya mekanik asal Malang Selatan itu. Terkini FU dikomando Raditya Rangga dapat 7.447 detik juga dengan Chodox pada event AHRS (8 Juni) di Wonosari, Jogja. Meski sama-sama bermain di Wonosari, tapi sirkuit yang dipakai berbeda saat dapat 7.2 detik.

Harapan konsisten di 7,2-7,3 detik muncul juga di Suzuki Raider MBKW2 (Jogja) milik Hariz Shakti Wibowo alias Mlethiz. Tampil di event VSC di Pantai Depok, Parangtritis (7 April) lalu, Cebonk tembus 7.342 detik. Padahal brosist juga tahu, itu event dimainkan di malam hari dengan kondisi penerangan yaaah begitu deh.

Rangga cerita faktor lisatan sulitnya konsisten di 7,2-7,3 detik. Teknis riset sih meningkat. Diamini Ajay wakil Mlethiz sammbil mencontohkan riset klep titanium milik Yamaha YZF R6 di Raider.  “Saat ini part high tech makin mudah didapat. Juga referensi korek dan sharing antar mekanik terjalin. Tapi tiap kali tampil selalu berhadapan dengan lintasan berbeda,”  kompak Ajay dan Angga seraya sebut lintasan  Jalingkut dan Tegal contoh lintasan ‘ideal’. Kontur aspal oke, trek datar dan lurus. Walaupun sebenarnya lintasan yang beragam bikin drag bike tanah air terus hidup. Hahaha..

Wawan Kristiarto kliker FU Solo lebih dengan bijak target 7,2-7,3 detik masih susah didapatnya,  lantaran performa motornya belum kembali seperti tahun lalu. Event Semarang lalu misalnya, FU yang melejit ketika diwal muncul sudah mencetak 7,4 detik, justru pada beberapa event terakhir hanya konsisten di 7,6 detik.

Berbeda dengan pendapat joki, ”Masalah sensor lampu juga jadi pemicu. Perlu adapatasi dengan sensor lampu model kunci 1 titik, butuh belajar 2-3 event ke depan. Pada saatnya yakin bisa konsisten lagi 7,3 detik, tapi seharusnya model sensor begitu harus dikeluarian reaction time. Ini penting buat memantau kesalahan joki, saat ini timing system milik Bols (Bambang Kapten) memang terlengkap,” komentar Tony Chupank mewakili suara pembalap di kelas bebek ‘FFA’ itu.

Soal ini, Vincent pemilik Sonic 200 masih enggan komentar lebih, baginya yang penting lihat aja pada event selanjutnya. Wow, itu artinya Sonic 200 itu siap mengulang 7,2 detik kembali. Buktikan!

Source and Photos : Maniakmotor.com